Stand-stand Bagus di Pameran Banyuwangi Art Week 2017

Tema yang diusung pada Festival Banyuwangi Art Week 2017 masih sama dengan tahun lalu, yakni Bambu dan Pohon Kelapa. Jadi, dekorasi yang dipakai untuk menghias stand haruslah yang mengandung unsur bambu dan kelapa. Setiap stand dinilai dan diperlombakan.
Adapun yang mendapatkan Juara, antara lain stand: Batik Osing Ningrat, Batik Tatsaka, Byalak Craft, Handywati Handicraft, Batik Pringgokusumo, Kaos Pribumi Osing, Kuliner Pia Gandrung, Kuliner Meneer Deles, Kuliner Dawet Kendil, Kuliner Pia Osing, Kuliner Angkringan Osing, Kuliner Warung Mangga.

Berikut ini adalah foto stand para juara yang ada di pemeran Banyuwangi Art Week 2017 beserta beberapa stand lainnya yang menurut saya bagus. Namun, maaf.. waktu itu saya tidak terpikir untuk mengabadikan foto stand-stand kuliner. 😩

Juara 1 Stand Terbaik – Stand Kerajinan “Handywati Handicraft”.

Juara 2 Stand Terbaik – Stand Batik “Pringgokusumo”.

Juara 3 Stand Terbaik – Stand Kaos “Pribumi Osing”.

Juara 1 Stand Terbersih – Stand Batik “Osing Ningrat”.

Juara 2 Stand Terbersih – Stand Batik “Tatsaka”.

Juara 3 Stand Terbersih – Stand Kerajinan “Byalak Craft”.

Stand Aksesoris “Hijabox”.

Stand Aksesoris “OQ Collection”.

Stand Aksesoris “Lucitak” dan “Tiara Collection”.

Stand Aksesoris “Banyuwangi Ethnic” dan “Zayriz Jewelry”

Stand Aksesoris “Ala Kuwung” dan “Rhee-mha”.

Stand Aksesoris “Persing Craft”.

Demikian sedikit laporan saya, semoga apa yang saya unggah ini bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi semua. Aamiin..

Stand Saya di Banyuwangi Art Week 2017 (2)

Sekitar pukul 01.00 dini hari sebelum pameran dimulai, hujan turun lebat. Saat itu saya belum tidur. Tiba-tiba ada pesan yang masuk dari salah satu grup WA, yang mengabarkan bahwa di lokasi pameran hujan turun sangat deras, atap beberapa tenda ada yang bocor dan air merembes di kain backdrop. Saya agak panik, khawatir jika pagar kecil serta papan nama yang saya pasang di depan stand roboh atau terseret air. Saya mengintip situasi dan kondisi luar rumah melalui pintu kaca depan. Ternyata gelap, sepi, dan hujan tidak jua reda. Mata saya pun semakin berat. Ngantuk yang luar biasa mengalahkan keinginan saya untuk meninjau stand. Akhirnya saya ‘pasrah’ wes… Saya serahkan semua kepada Alloh. Apapun yang terjadi, biarlah terjadi.

Esok harinya, tanggal 12 April 2017, sekitar pukul 06.00 WIB, saya berangkat ke pameran untuk menata barang-barang. Alhamdulillah, ternyata semua tetap di posisi semula, hanya ada beberapa kain taplak yang basah, termasuk backdrop.

Tampilan hari pertama stand “Handywati Handicraft”, Rabu, 12 April 2017.

Pada pameran Banyuwangi Art Week tahun ini saya mengeluarkan produk bantal kursi patchwork. Rekan/relasi yang turut mengisi stand juga saya minta untuk khusus menampilkan bantal kursi atau tas/dompet. Jadi isi stand maksimal hanya 3 jenis produk. Sengaja saya batasi agar tidak terkesan ramai. Berbeda dengan tahun lalu yang isinya berbagai macam produk.

O iya, selain bantal kursi dan tas, saya juga menampilkan sedikit produk dari kayu. Kurang nyambung, memang. Hehehe..

Berikut ini tampilan stand di hari ke dua dan seterusnya. Saya dua kali mengganti layout meja dan 4 kali mengganti posisi pagar. 😁

Tampilan hari kedua stand “Handywati Handicraft”, Kamis 13 April 2017.

Tampilan hari ketiga dan keempat stand “Handywati Handicraft”, pada hari Jum’at dan Sabtu, 14-15 April 2017.

Tampilan hari kelima stand “Handywati Handicraft” pada hari terakhir, Ahad, 16 April 2017.

Jadwal buka stand juga saya buat berbeda dengan tahun kemarin. Jika tahun lalu buka penuh sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, tahun ini buka pukul 08.00 – 13.00 WIB dan 16.00 – 21.00 WIB. Siang antara pukul 13.00 hingga 16.00 WIB saya tutup sebab matahari terasa sangat menyengat, terutama di stand saya yang menghadap ke barat. 

Saya meminta tolong beberapa teman untuk membantu menjaga. Mereka kerja bergantian.

Konsep yang saya gunakan untuk mendekorasi stand adalah “Sederhana, Putih, Bersih”. Jadi saya menggunakan minim dekorasi. Semua meja saya tutup dengan taplak putih, pagar pun saya cat putih. Saya sediakan tempat sampah sendiri (saya letakkan di balik kursi merah) agar pengunjung di stand saya mudah membuang sampah. Dua kursi unik dari drum bekas, bantal Oesing, dan papan nama “Handywati Handicraft” saya pasang di depan stand agar pengunjung bisa berfoto-foto di sana. 😊

Dan….. Alhamdulillah, stand saya mendapat Juara 1 Stand Terbaik! 😍😍😍

Stand Saya di Banyuwangi Art Week 2017 (1)

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa ikut pameran Banyuwangi Art Week lagi. Senang, tentu saja! Event ini sangat saya tunggu-tunggu. Kenapa? Sebab setelah sekian lama ‘istirahat’ dikarenakan hamil, melahirkan, dan menjaga+merawat baby, saya berharap di tahun 2017 ini saya bisa bangkit lagi dan produk-produk saya bisa dikenal oleh masyarakat. Meski saya belum bisa memproduksi banyak… (Sebab anak saya masih butuh banyak perhatian dan bimbingan… Usianya masih belum 2 setengah tahun).  😍

Festival Banyuwangi Art Week 2017 dilaksanakan tanggal 12 – 16 April, bertempat di depan Gesibu Blambangan Banyuwangi. Dibuka dengan acara Festival Pecel Pitik pada tanggal 12 April, sekitar pukul 09.00 WIB, yang dihadiri oleh bintang tamu Chef Juna dari Jakarta.

Tema Banyuwangi Art Week kali ini sama dengan tahun lalu, yakni Bambu dan Pohon Kelapa. Jadi, setiap stand wajib dihias menggunakan bahan dari bagian pohon bambu dan atau bagian pohon kelapa.

Pintu Gerbang Selatan

Stand Handicraft, Kaos, dan Batik, dipisah dengan stand Kuliner. Stand Kuliner berada di depan Hotel Blambangan. Saya menyesal enggak sempat motret… 😩

Sepekan menjelang pameran pertama saya di tahun 2017 ini, saya sempat membayangkan konsep layout dan dekorasi stand yang ingin saya tampilkan. Saya mengacu pada ukuran dan bentuk stand tahun lalu. Dua hari sebelum hari H, saya mendapat info bahwa ternyata ukuran dan bentuk stand berbeda (dg thn lalu). Segera saya mengubah desain, termasuk memilah dan memilih lagi perabot yang harus saya bawa. Sehari menjelang hari H, tepatnya siang hari sebelum malamnya loading barang, saya dapat info lagi bahwa ukuran stand berubah. Yeeeaaah! Ubah desain lagi! 😁 So, siang itu saya memanggil tukang untuk membantu membuat hiasan pagar dari bambu. Sejadinya wes! Pokoke jadi! Sederhana saja! Menjelang maghrib, saya baru selesai mengecat. Ba’da maghrib, loading barang ke lokasi pameran. 

Daaaan… O-Ow! Ternyata ukurannya berbeda dengan ukuran yg disampaikan pada info terakhir! 😅

Bentuk Stand

Namun, bagaimanapun.. barang-barang harus tetap diturunkan… 😊

Barang-barang diturunkan dari mobil.

Akhirnya, stand ditata berdasar feeling. 😍💞 Saya dibantu oleh seorang kerabat.

Hingga jadilah seperti foto di bawah ini… 😍😍

Tampilan awal stand di malam hari sebelum pameran dimulai.

Sekitar pukul 20.30 WIB saya sudah selesai menata stand. Kemudian saya pulang untuk istirahat dan bermain lagi dengan ananda tercinta.. 😊 Barang-barang yang dipamerkan ditata keesokan harinya sebelum acara pembukaan festival dimulai.


—– Bersambung, yaaaa… sbb banyak foto yang mau diunggah. 😘 ——

Akhirnya Menjadi Awal Lagi

Bismillahirrohmaanirrohiim..
Alhamdulillaahi Robbil’aalamiin..
Akhirnya saya bisa ngeblog lagi dan tentu saja bikin crafts lagi.. :-)

Untuk sementara saya dibantu oleh seorang ponakan yang bernama Ayu.

Eh, hmm… Seperti biasa, ternyata saya masih belum bisa punya banyak waktu untuk menulis. :-( Ya wes lah, yang penting upload foto dulu. :-D